Kamis, 08 April 2021

Pancasila Sebagai Identitas Nasional

 

BAB I
PENDAHULUAN
 

A.    Latar Belakang

Dalam konteks pendidikan kewarganegaraan, identitas nasional lebih dekat dengan arti jati diri yakni ciri-ciri atau karakeristik, perasaan atau keyakinan tentang kebangsaan yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain. Apabila bangsa Indonesia memiliki identitas nasional maka bangsa lain akan dengan mudah mengenali dan mampu membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain.

Lahirnya identitas suatu bangsa tidak dapat dilepaskan dari dukungan faktor objektif, yaitu faktor-faktor yang berkaitan dengan geografis, ekologis, dan demografis, serta faktor subjektif yaitu faktor-faktor historis, politik, sosial dan kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa itu. Demikian pula lahirnya identitas nasional bangsa Indonesia. Kondisi geografis-ekologis yang membentuk Indonesia sebagai daerah kepulauan yang beriklim tropis dan terletak di persimpangan jalan komunikasi antarwilayah dunia di Asia Tenggara, ikut mempengaruhi perkembangan kehidupan demografis, ekonomis, sosial, serta kultural bangsa Indonesia. Selain itu faktor historis yang dimiliki Indonesia ikut mempengaruhi proses pembentukan masyarakat dan bangsa Indonesia beserta identitasnya melalui interaksi berbagai faktor yang ada di dalamnya.

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud dengan identitas nasional?

2.      Sebutkan macam-macam identitas nasional?

3.      Apa yang di maksud dari Pancasila sebagai identitas nasional?

4.      Seberapa penting adanya identitas nasional?

 

C.     Tujuan

1.      Untuk mengetahui pengertian dari identitas nasional.

2.      Untuk mengetahui macam-macam identitas nasional.

3.      Untuk mengetahui peran Pancasila sebagai identitas nasional.

4.      Untuk mengetahui pentingnya identitas nasional.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Identitas Nasional

Secara etimologis identitas nasional berasal dari dua kata “identitas” dan “nasional”. Pengertian Identitas Nasional yang berasal dari kata "national identity" dapat diartikan sebagai "kepribadian nasional" atau "jati diri nasional". Kepribadian nasional atau jatidiri nasional adalah jatidiri yang dimiliki oleh suatu bangsa. Kepribadian atau jatidiri bangsa Indonesia akan berbeda dengan kepribadian atau jatidiri bangsa Amerika, Inggris dan lain-lain. Kepribadian atau jatidiri nasional itu kita adopsi dari nilai-nilai budaya dan nilai-nilai agama yang kita yakini kebenarannya. Jika ada orang yang mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang beradab, bangsa yang berbudaya, bangsa yang beretika, maka itulah yang kita katakan kepribadian atau jatidiri nasional bangsa Indonesia.

Secara sosiologis, identitas nasional telah terbentuk dalam proses interaksi, komunikasi, dan persinggungan budaya secara alamiah baik melalui perjalanan panjang menuju Indonesia merdeka maupun melalui pembentukan intensif pasca kemerdekaan.

Secara historis, identitas nasional Indonesia ditandai ketika munculnya kesadaran rakyat Indonesia sebagai bangsa yang sedang dijajah oleh bangsa asing pada tahun 1908 yang dikenal dengan masa Kebangkitan Nasional (Bangsa).

 

B.     Macam-Macam Identitas Nasional

Secara umum, ada dua macam identitas nasional, yakni indentitas primer dan sekunder. Identitas primer dinamakan juga identitas etnis yakni identitas yang mengawali terjadinya identitas sekunder, sedangkan identitas sekunder adalah identitas yang dibentuk atau direkonstruksi berdasarkan hasil kesepakatan bersama.

Bangsa Indonesia yang memiliki identitas primer atau etnis atau suku bangsa lebih dari 700 suku bangsa telah bersepakat untuk membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menyatakan proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. Identitas etnis yang terwujud antara lain dalam bentuk budaya etnis yang dikembangkan agar memberi sumbangan bagi pembentukan budaya nasional dan akhirnya menjadi identitas nasional.

Empat identitas nasional sekunder meliputi bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan diatur dalam peraturan perundangan khusus yang ditetapkan dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

 

C.     Pancasila Sebagai Identitas Nasional

Pancasila sebagai identitas berarti bahwa Pancasila sebagai kepribadian bangsa yang dapat mendorong bangsa Indonesia secara keseluruhan agar tetap berjalan dalam koridornya dan bukan berarti menentang arus globalisasi, akan tetapi lebih cermat dan bijak dalam menjalani dan menghadapi tantangan dan peluang yang tercipta. Bila menghubungkan kebudayaan sebagai karakteristik bangsa dengan Pancasila sebagai kepribadian bangsa, tentunya kedua hal ini merupakan suatu kesatuan layaknya keseluruhan sila dalam Pancasila yang mampu menggambarkan karakteristik yang membedakan Indonesia dengan negara lain.

Alasan Pancasila sebagai identitas nasional karena bangsa Indonesia salah satu dari masyarakat internasional yang punya sejarah dan prinsip yang berbeda dengan bangsa-bangsa di dunia. Jadi, dapat dikatakan Pancasila sebagai dasar filsafat bangsa dan negara Indonesia yang bersumber pada nilai budaya dan agama yang dimiliki oleh Indonesia sebagai kepribadian atau identitas bangsa. Selain itu, Pancasila sebagai dasar hukum dan juga pandang hidup bangsa. 

 

D.    Pentingnya Identitas Nasional

Identitas nasional sangat penting bagi bangsa Indonesia karena :

1.      bangsa Indonesia dapat dibedakan dan sekaligus dikenal oleh bangsa lain;

2.      Identitas nasional bagi sebuah negara-bangsa sangat penting bagi kelangsungan hidup negara-bangsa tersebut karena dapat mempersatukan negara-bangsa

3.      Sebagai alat Pemersatu Bangsa


BAB III
PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

Identitas nasional adalah jatidiri yang dimiliki oleh suatu bangsa. Kepribadian atau jatidiri bangsa Indonesia akan berbeda dengan kepribadian atau jatidiri bangsa Amerika, Inggris dan lain-lain.

Pancasila sebagai identitas berarti bahwa Pancasila sebagai kepribadian bangsa yang dapat mendorong bangsa Indonesia secara keseluruhan agar tetap berjalan dalam koridornya dan bukan berarti menentang arus globalisasi, akan tetapi lebih cermat dan bijak dalam menjalani dan menghadapi tantangan dan peluang yang tercipta. Bila menghubungkan kebudayaan sebagai karakteristik bangsa dengan Pancasila sebagai kepribadian bangsa, tentunya kedua hal ini merupakan suatu kesatuan layaknya keseluruhan sila dalam Pancasila yang mampu menggambarkan karakteristik yang membedakan Indonesia dengan negara lain.

 

B.     Saran

Meskipun penulis menginginkan kesempurnaan dalam penyusunan makalah ini akan tetapi pada kenyataannya masih banyak kekurangan yang perlu penulis perbaiki. Hal ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan penulis. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat penulis harapkan sebagai bahan evaluasi untuk kedepannya.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta : Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, 2016

 

Taniredja, Tukiran, et al. Pendidikan Kewarganegaraan Paradigma Terbaru Untuk Mahasiswa. Bandung : Alfabeta, 2010

 

Sabtu, 26 Oktober 2019

SISHANKAMRATA - pembahasan lengkap, pengertian, ciri-ciri, peran, dan keikut sertaan pemerintah

Pengertian Sishankamrata

Sishankamrata adalah singkatan dari sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta. Sistem sishankamrata adalah sistem pertahanan yang di anut oleh negara Republik Indonesia. Pengertian sishankamrata adalah system pertahanan yang menyeluruh untuk melindungi kesatuan dan persatuan NKRI.

 Landasan Sishankamrata

Dalam pelaksanaannya di Republik Indonesia sishankamrata didasari oleh :
Undang-Undang Dasar Tahun 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Di dalam pasal 30 ayat (1) UUD 1945 dinyatakan bahwa “Tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha  pembelaan Negara”


Komponen Dalam Sishankamrata

Berdasarkan UU NO.20 tahun 1982 tentang Ketentuan – ketentuan pokok pertahanan keamanan negara Indonesia, Sishankanrata merupakan tatanan segenap komponen kekuatan pertahanan keamanan negara yang terdiri atas :
komponen dasar rakyat terlatih.
komponen utama ABRI beserta cadangan TNI.
komponen kusus perlindungan masyarakat, dan
komponen pendukung yaitu : sumber daya alam, Sumber daya buatan, sarana dan prasarana nasional secara menyeluruh, terpadu dan terarah.


Ciri-ciri Negara dengan Sishankamrata

Kerakyatan, orientasi hankam negara diabdikan oleh dan untuk kepentingan seluruh rakyat.
Kesemestaan, seluruh sumber daya nasional didayagunakan bagi upaya pertahanan.
Kewilayahan, gelar kekuatan pertahanan dilaksanakan secara menyebar di seluruh wilayah NKRI sesuai dgn kondisi geografi sebagai negara kepulauan.




Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara dari sekian banyak negara yang menganut sistem pertahanan dengan melibatkan komponen rakyat. Penyelenggaraannya dilakukan dalam suatu tatanan yang disebut sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata) yang bertitik tolak pada aspirasi perjuangan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan dan ditata demikian rupa sehingga dianggap mampu menghadapi berbagai ancaman yang dapat menurunkan derajat keamanan nasional.
Adanya kata ‘semesta’ (atau ‘total’) dalam Sishankamrata, menunjukkan bahwa selain melibatkan rakyat bila perlu semua potensi non-manusia dan aspek-aspek kewilayahannya dimanfaatkan untuk mendukung kepentingan pertahanan keamanan. Pertahanan seperti ini selalu merupakan suatu konsepsi kekuatan total, dan umumnya dilakukan oleh negara-negara ‘kecil’ dan atau ‘belum maju’.
Banyak istilah yang digunakan seperti pertahanan rakyat, pertahanan wilayah atau teritorial, pertahanan rakyat semesta atau total, rakyat bersenjata, bangsa bersenjata dan dengan wujud perangnya yaitu perang rakyat, perang rakyat total atau perang rakyat semesta atau perang wilayah bahkan sering dikaitkan dengan perang gerilya.
Hal pokok di dalam konsepsi pertahanan rakyat seperti Hankamrata adalah tertanamnya landasan tekad dan semangat di kalangan rakyat untuk membela negaranya baik dengan melakukan perlawanan bersenjata maupun tidak bersenjata. Di dalam Doktrin Hankamneg RI (Kep/17/X/1991) dikatakan bahwa pada hakikatnya Sishankamrata adalah suatu wujud perlawanan yang dilandasi oleh sikap dan kesadaran akan tangung jawabnya terhadap bela negara, keyakinan pada kekuatan sendiri, keyakinan akan kemenangan dan tidak kenal menyerah. Dalam sistem pertahan ini sangat diperlukan jiwa dan semangat patriotik yang demikian dan pada dasarnya harus timbul dari kesadaran rakyat sendiri agar sistem pertahanan ini berjalan sesuai namanya.
Sistem pertahanan ini akan berjalan dengan baik apabila menjadi bagian yang tidak terpisahkan (inherent, melekat) dalam tatanan seluruh aspek dan strata kehidupan, serta menjadi bahan pertimbangan dalam setiap pengambilan keputusan politik dan strategi nasional. Dalam rangka menuju ke pemecahan kedua masalah diatas maka sangat perlu untuk mempunyai suatu tingkat kognisi terhadap konsepsisi pertahanan yang melibatkan rakyat dalam pengertian universal.


Peran Doktrin Sishankamrata

Keberadaan doktrin pertahanan Sishankamrata merupakan bagian dari Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 1982, kemudian Panitia Ad-Hoc I Badan Pekerja (BP) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) telah menyepakati untuk memasukkan doktrin ini dalam pasal 30 pada proses amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Dengan demikian keberadaan doktrin pertahanan tersebut menjadi semakin tinggi dalam sistem sistem perundang-undangan di Indonesia.
      Secara konstitusional jelaslah bahwa sistem pemerintahan yang akan dianut Indonesia adalah menghargai civilian supremacy dalam hubungan sipil-militer. Militer hanya memainkan peran profesional untuk menghadapi ancaman yang bersifat militer dan berasal dari luar. Keputusan mengenai penggunaan kekuatan militer berada di tangan kepemimpinan sipil. TNI bukan merupakan institusi politik, dan fungsi TNI pun dapat dibedakan secara tegas antara keadaan negara dalam perang atau damai, meskipun hal ini dapat pula menimbulkan persoalan apabila secara hitam putih diterapkan pada sebuah masyarakat yang menghadapi ancaman yang kompleks, baik eksternal maupun internal, sehingga pemaknaan objective civilian control adalah minimalisasi intervensi militer dalam politik dan sebaliknya juga minimalisasi intervensi politik ke dalam tubuh militer.
      Doktrin Sistem Pertahanan dan Kamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), menempatkan keberadaan masyarakat dalam konteks kesiapan menghadapi ancaman fisik dari luar Indonesia. Orientasi war readiness ini terasa kental sekali dalam Doktrin Sistem Pertahanan dan Kamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), sebagai sebuah corak yang jelas dari pemikiran kaum realis. Hal ini merupakan hal yang bisa dipahami jika melihat pengalaman perang yang dialami Indonesia. Pengalaman perang ini dialami Indonesia mendorong aktor militer untuk menimbulkan suatu wacana melibatkan masyarakat sipil dalam menghadapi peperangan memperkuat posisi dan peran angkatan bersenjata.
     Wacana ini berusaha untuk membentuk pemahaman bahwa TNI merupakan suatu entitas yang lahir dengan sendirinya (self-creating entity) dan memiliki kemanunggalan dengan rakyat. Sejarah pergerakan dan perjuangan untuk kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia menunjukkan proses pembentukan unsur kemiliteran yang berangkat dari milisi sipil.
     Wacana ini berpengaruh besar terhadap pembentukan strategi pertahanan negara, yaitu aktor militer selalu melibatkan partisipasi rakyat dalam perumusan strategi pertahanan negara. Ini terlihat jelas dari Pasal 4 Ayat 1, UU No 20/1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan Negara Republik Indonesia yang menyatakan bahwa "Hakikat pertahanan keamanan negara adalah perlawanan rakyat semesta..." Operasionalisasi dari perlawanan rakyat semesta tersebut dilaksanakan dengan sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (sishankamrata) (Pasal 4 Ayat 1 UU No 20/1982). Doktrin Sishankamrata ini menempatkan rakyat sebagai "sumber kekuatan bangsa yang menjadi kekuatan dasar upaya pertahanan negara" (Pasal 2 UU No 20/1982). Upaya pertahanan ini memiliki komponen perlawanan rakyat semesta yang diwujudkan dengan "mempersenjatai rakyat secara psikis dengan ideologi Pancasila dan secara fisik dengan keterampilan bela negara yang diselenggarakan oleh pemerintah" (Pasal 9 UU No 20/1982). Walaupun UU No.20 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan Negara Republik Indonesia telah mengalami perubahan mengikuti perkembangan zaman, akan tetapi keberadaan doktrin Sishankamrata tetap dipertahankan sebagai inti dari perlawanan yang melibatkan seluruh warga negara Indonesia (Pasal 1 ayat 2 UU No. 3 tahun 2002) . Dan sifat keterlibatan warga negara dalam pertahanan negara adalah hak dan wajib untuk turut serta (pasal 9 ayat 1 UU No.3 tahun 2002).

Peran Pemerintah Dalam Sishankamrata

Dalam rangka menjaga, melindungi, dan memelihara keamanan nasional. Peran pererintah dalam pertahanan dan keamanan rakyat semesta adalah mengawasi berjalannya pasal 30 ayat (1) UUD 1945, dengan melibatkan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. Dalam rangka menjamin kepentingan keamanan nasional. Sishankamrata melibatkan segenap pemegang peran secara komprehensif guna terwujudnya pertahanan negara, keamanan negara, keamanan publik, daan keamanan individu.
Doktrin pertahanan dan strategi pertahanan disusun untuk mensinergikan kinerja komponen Militer dan Non Militer dalam rangka menjaga, melindungi dan memelihara kepentingan nasional Indonesia nasional Indonesia. Doktrin pertahanan merupakan keterpaduan komponen militer dan non militer bersifat Dwidarma Nusantara. Dokttrin militer bersifat  Trimatra Nusantara (AD, AL, AU), sedangkan Doktrin non militer bersifat Dwidarma Nusantara dari komponen cadangan dan komponen pendukung. Berdasarkan faktor-faktor yang memperngaruhi di tingkat global, regional, dan nasional disusun strategi pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia berupa strategi penangkalan yaitu :
Pertahanan multilapis dengan pusat gravitasi dukungan rakyat atas peran TNI sebagai kekuatan utama yang menentukan di darat, di laut dan di udara.
Merupakan pertahanan total secara terpadu antara komponen Militer dan Non Militer untuk menghadapi setiap bentuk ancaman
Di tingkat nasional berupa jaringan terpadu ketahanan Nasional di daerah termasuk di wilayah perbatasan dan daerah terpencil di dasari semangat beka negara.
Di tingkat regional berupa jaringan kerjasama antara negara-negara Association of South East Asia Nations (ASEAN) dengan menggunakan komponen Militer dan Non Militer (ekonomi, budaya, identitas) secara terpadu dalam rangka menjaga, melindungi dan memelihara kepentingan Nasional Indonesia.

Kebijakan pembangunan kekuatan pertahanan mencakup pembangunan kemampuan nasional di bidang pertahanan pada tingkat kebijakan maupun tingat operasional. Pada tingkat kebijakan berupa peningkatan kemampuan birokrasi pemerintah (Departemen Pertahanan Departemen/Instansi lain yang terkait) dalam merumuskan keputusan politik yang terkain dengan pengelolaan pertahanan negara. Sedangkan pada tingkat Operasional berupa pembangunan kekuatan komponen pertahanan, yang terdiri dari komponen utama/tentara Nasional Indonesia (TNI), Komponen Cadangan, dan Komponen Pendukung.
Pembangunan komponen pertahanan diprioritaskan pada pembangunan Komponen Utama, sedangkan penyiapan komponen cadangan dan Komponen Pendukung dilaksanakan secara bertahap sesuai kemampuan sumber daya yang tersediaa. Pelaksanaannya memanfaatkan sebesar-besarnya kemampuan sumber daya nasional secara terpadu sebagai salah satu wujud Sishankamrata. Untuk itu perlu segera dilakukan langkah-langkah untuk mempercepat terwujudnya kemandirian industri pertahanan. Pembangunan komponen Utama didasarkan pada konsep pertahanan berbasis kemampuan (capability-based defence) tanpa mengesampingkan kemungkinan ancaman yang dihadapi serta tahap mempertimbangkan kecenderungan perkembangan lingkungan strategik. Pelaksaanannya diarahkan kepada tercapainya kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Force), yakni tingkat kekuatan yang mampu menjamin kepentingan stategis pertahanan yang mendesak, pengadaan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) dan peralatan lain diprioritaskan untuk menambah kekuatan pokok minimal dan/atau menganti Alutsista/alat peralatan yang sudah tidak layak pakai.
Penambahan kekuatan dilaksakan hanya atas kebutuhan yang mendesak dan benar-benar di perlukan. Meningkat keterbatasan kemampuan anggaran pemerintah serta tantangan yang di hadapi, maka secara trimatra terpadu pembangunan TNI Angkatan Darat diarahkan pada tercapainya pemantapan kekuatan, sedangkan TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara diarahakan pada modernisasi dan pengembangan. Pembangunan komponen cadangan memerlukan dukungan dana yang besar serta infrastruktur yang memadai. Disamping itu juga di perlukan landasan hokum yang jelas, karena menyangkut hak dan kewajiban seluruh warga negara dalam upaya pertahanan. Oleh karenanya pembangunan komponen cadangan dilaksanakan secara bertahan sesuai kempuan sumber daya yang tersedia , denga terlebih dahulu menyusun UU Komponen Cadangan sebagai landasan hukum pembentukan dan penggunaannya. Sedangkan pembangunan komponen pendukung adalah pembangunan setiap aspek kehidupan nasional yang dilaksanakan oleh departemen/instansi masing-masing yang hasilnya diarahkan kepentingan pertahanan.
Pengerahan dan penggunaan kekuatan pertahanan didasarkan pada doktrin dan strategi Sishankamrata yang dilaksanakan berdasarkan pertimbangan ancaman yang dihadapi Indonesia.


KESIMPULAN


Dalam rangka menjaga, melindungi, dan memelihara keamanan nasional. Peran pererintah dalam pertahanan dan keamanan rakyat semesta adalah mengawasi berjalannya pasal 30 ayat (1) UUD 1945, dengan melibatkan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. Dalam rangka menjamin kepentingan keamanan nasional. Sishankamrata melibatkan segenap pemegang peran secara komprehensif guna terwujudnya pertahanan negara, keamanan negara, keamanan publik, daan keamanan individu. Dengan 3 Komponen :
Komponen Utama
Komponen utama meliputi Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia. Tentara Nasional Indonesia yang terdiri dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara merupakan alat negara yang berperan sebagai alat pertahanan negara.
Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, dan memberikan pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat.
Prajurit TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara meliputi berikut: Prajurit sukarela yang berdinas jangka panjang sebagai prajurit karier.Prajurit sukarela yang berdinas untuk jangka waktu sekurang-kurangnya lima tahun sebagai prajurit sukarela dinas pendek.Prajurit sukarela yang berdinas secara penggal waktu sebagai prajurit cadangan sukarela.Prajurit wajib yang berdinas secara penggal waktu selama-lamanya lima tahun sebagai prajurit cadangan wajib.
Prajurit Kepolisian Negara Republik Indonesia meliputi berikut: Prajurit sukarela yang berdinas untuk jangka panjang sebagai prajurit karier.Prajurit sukarela yang berdinas untuk jangka waktu sekurang-kurangnya lima tahun sebagai prajurit sukarela dinas pendek.
Komponen Cadangan
Komponen cadangan terdiri atas warga negara, sumber daya alam, dan sarana serta prasarana nasional yang telah disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat komponen utama. Mobilisasi adalah tindakan pengerahan dan penggunaan secara serentak sumber daya nasional dan sarana serta prasarana nasional sebagai kekuatan pertahanan negara.


Komponen Pendukung
Komponen pendukung terdiri dari warga negara, sumber daya alam, dan sumber daya buatan, serta sarana dan prasarana nasional yang secara langsung atau tidak langsung dapat meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan komponen cadangan. Komponen cadangan dan komponen pendukung tersebut diatur dalam undang-undang.
Selain dengan bergabung menjadi bagian prajurit TNI atau Polri, keikutsertaan warga negara sebagai bagian dari sishankamrata dapat pula dilakukan melalui keikutsertaan sebagai rakyat terlatih. Dalam hal, ini rakyat terlatih berfungsi sebagai penjaga ketertiban umum, perlindungan rakyat, keamanan rakyat, dan perlawanan rakyat.

Selain dengan bergabung menjadi bagian prajurit TNI atau Polri, keikutsertaan warga negara sebagai bagian dari sishankamrata dapat pula dilakukan melalui keikutsertaan sebagai rakyat terlatih. Dalam hal, ini rakyat terlatih berfungsi sebagai penjaga ketertiban umum, perlindungan rakyat, keamanan rakyat, dan perlawanan rakyat.
Berikut yang termasuk rakyat terlatih: Pertahanan sipil (hansip).Perlawanan rakyat (wanra).Keamanan rakyat (kamra).Resimen mahasiswa (menwa). Demikian pula dapat dilaksanakan melalui berbagai kegiatan pramuka, PKS, PMR, PMI, tim SAR, dan lain-lain.







DAFTAR PUSTAKA

drana.blogspot.com/2015/03/pentingnya-sishankamrata-dan-pjsn45.html?m. Diakses pada rabu, 10 April 2019.

http://fkaen https://polmas.wordpress.com/2014/09/29/strategi-pembangunan-pertahanan-keamanan-untuk-menegakkan-kedaulatan-nasional/amp. Diakses pada rabu, 10 April 2019.

https://m.merdeka.com/amp/pendidikan/yuk-pertahankan-keamanan-bangsa-dengan-sishankamrata.html. Diakses pada rabu, 10 April 2019.

Selasa, 22 Oktober 2019

Contoh soal prakarya (WIRAUSAHA PEMBENIHAN IKAN KOMSUMSI)

1.) Berikut ini bukan termasuk syarat indukan ikan adalah . . . .
a. sudah berumur satu tahun
b. berat minimal 500 gr per ekor indukan
c. memiliki ciri fisik yang menandakan kesiapan kawin
d. indukan jantan gerakan lambat
e. indukan betina bentuk badan lebih besar

2.) keunggulan ikan lele jika di bandingkan ikan lainya yaitu . . .
a. kandungan omega 3 tinggi
b. tinggi lemak dan kalsium
c. rendah lemak dan tinggi protein
d. kaya akan leusin dan lisin
e. tinggi serat proten

3.) Fluor yang terkandung dalam ikan mempunyai manfaat untuk . . .
a. pembentukan sel darah merah
b. mencegah terjadinya penyakit gondok
c. melindungi tubuh dari radikal bebas
d. membantu kerja enzim dan hormon
e. menguatkan dan menyehatkan gigi anak

4.) kandungan gizi pada ikan yang bermanfaat untuk perkembangan otak janim adalah . . .
a. omega 3
b. serat protein
c. asam amino taurin
d. vitamin A
e. vitamin D

5.) ikan lele merupakan ikan adaptif karena . . .
a. dapat bertahan hidup dalam air dengan kadar garam tinggi
b. memangsa berbagai jenis makanan, baik yang berasal dari tumbuhan maupun binatang renik
c. dapat beradaptasi di lungkungan perairan manapun
d. kadar kolestrol yang tinggi
e. dapat memijah pada saat musim hujan


Jumat, 18 Oktober 2019

Soal Geografi (IPS) tentang AMDAL

1) Berikut ini yang bukan merupakan komponen AMDAL adalah . . . .
a. Studi Praproyek
b. Laporan Penilaian
c. Pembuatan Keputusan
d. Persetujuan proyek
e. pemerintah pusat

2) Salah satu manfaat AMDAL bagi pemilik modal adalah . . . .
a. sebagai pedoman dasar untuk melaksanakan proyek
b. Mempersiapkan cara-cara pemecahan masalah yang mungkin timbul di masa mendatang
c. sumber informasi lingkungan seperti informasi sosial dan budaya masyarakat
d. melindungi proyek yang melanggar undang-undang atau peraturan yang berlaku
e. menentukan prioritas peminjaman sesuai dengan tujuannya.

3) Setiap pembangunan selalu menimbulkan risiko terhadap lingkungan. Oleh karena itu, harus diupayakan untuk memperkecil risiko lingkungan melalui . . . .
a. rencana tata kota
b. studi lingkungan
c. AMDAL
d. program kebersihan
e. Pembangunan hutan kota




kunci jawaban :
1) e.
2) a.
3) c.

Sabtu, 12 Oktober 2019

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persebaran Flora dan Fauna

Makhluk hidup yang ada di permukaan bumi terdiri atas tiga golongan yaitu tumbuhan (flora), hewan (fauna) dan manusia.
Ada beberapa faktor yang menjadikan perbedaan flora dan fauna di muka bumi, yaitu :

1. Faktor Iklim

Faktor-faktor yang berpengaruh pada persebaran flora dan fauna adalah :

a. Sinar Matahari

Intensitas penyinaran matahari di suatu wilayah dengan wilayah yang lainnya berbeda-beda, hal ini mengakibatkan suhu udara di setiap wilayah menjadi berbeda-beda pula.
kondisi suhu udara sangat berpengaruh terhadap kehidupan hewan dan tumbuhan, karena berbagai jenis spesies memiliki persyaratan suhu lingkungan hidup ideal atau optimal, serta tingkat toleransi yang berbeda-beda di antara satu dengan yang lain.

b. Kelembapan Udara

Kelembapan udara adalah banyaknya uap air yang terkandung dalam massa udara. Dan kelembapan itu sangat berpengaruh pada persebaran flora dan fauna, karena ada yang bisa tumbuh di tempat basah dan ada juga yang bisa tumbuh di tempat kering

c. Angin

Angin sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup makhluk hidup. Dengan adanya angin, curah hujan dapat tersebar di atas permukaan bumi sehingga kelangsungan hidup makhluk hidup dapat terus berlangsung.

d. Curah Hujan

Untuk memenuhi kebutuhan akan air, tumbuhan sangat bergantung pada curah hujan dan kelembapan udara. Intensitas curah hujan di suatu tempat akan membentuk karakter khas bagi formasi-formasi vegetasi di muk

2. Faktor Edafik (tanah)

a. Tekstur Tanah

Tanah yang baik bagi media pertumbuhanjenis vegetasi adalah tanah dengan komposisi perbandingan butiran pasir, debu, dan lempungnya seimbang.

b. Tngkat Kegemburan

Tanah yang gembur memudahkan akar tumbuhan untuk menembus tanah dan menyerap mineral-mineral yang terkandung dalam tanah.

c. Kandumgan Mineral

d. Kandungan Air Tanah

Air membantu dalam melarutkan dan mengangkut mineral-mineral yang terkandung dalam tanah sehingga mudah di serap oleh sistem perakaran pada tumbuhan.

3. Faktor Fisiografi

Faktor fisiografi yang mempengaruhi kehidupan makhluk hidup, meliputi ketinggian tempat dan bentuk lahan. Ketinggian tempat sangat berpengaruh terhadap perubahan suhu udara. perbedaan suhu di tempat yang satu dengan tempat yang lainnya mengakibatkan perbedaan corak tumbuhan di wilayah-wilayah tertentu sesuai dengan ketinggian tempatnya.
contohnya seperti daerah lembah lebih lama dan lebih lambat menerima sinar matahari jika di bandingkan dengan daerah pugunungan. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan shu sehingga terjadi perbedaan jenis vegitasi berdasarkan ketinggian tempat. Demikian pula dengan jenis fauna yang hidup di dataran rendah tentu berbeda dengan fauna di dataran tinggi.

4. Faktor Biotik

Faktor biotik yang berpengaruh paling dominan adalah terhadap tatanan kehidupan makhluk hidup di permukaan bumi adalah manusia


sumber : 
Kusumawati, Indah. Modul Pengayaan Geografi perminatan untuk SMA/MA kelas XII. Surakarta : PT Putra Nugraha Sentosa.


Minggu, 29 September 2019

Ringkasan lengkap. Pengertian, faktor penyebab, jenis dan antisipasi (pencegahan) tanah lonsor.

Pengertian tanah longsor

Tanah longsor adalah salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuaran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat dari terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng tersebut.


Faktor penyebab tanah longsor :

A.Faktor Alam

1. kondisi geologi, seperti pelapukan batuan, kemiringan tanah, gempa bumi, dan letusan gunung api.
2. iklim, yaitu pada curah hujan yang tinggi
3. keadaan topografi, yaitu lereng yang curam.

B.Faktor Manusia

1.penambangan batu di lereng terjal
2.penebangan hutan liar
3.pembebanan berlebihan dari bangunan di atas perbukitan.
4. Sistem pertanian yang tidak bijak


C.Dampak negatif dan positif tanah longsor

Dampak Negatif

1) Korban Jiwa
2) Kehilangan Tempat Tinggal
3) Perekonomian Terhenti
4) Rusaknya Infrastruktur

Dampak Positif

1) Tanah longsor menumbuhkan membuat masyarakat waspada terhadap bencana longsor susulan ataupun bencana yang lain.
2) Meningkatkan rasa peduli terhadap korban bencana
3) Menjadi lebih peduli pada lingkungan


D.Jenis-jenis tanah longsor :

1) Longsoran Translasi
Tanah longsor translasi ini merupakan kondisi dimana meterial tanah pada tanah bertopografi datar atau bergelombang landai ini bergerak. Longsor yang satu ini membuktikan pada kita bahwa tanah yang datar pun bisan mengalami longsor, sehingga kita harus ekstra waspada.
2) Runtuhan Batu
Runtuhan batu merupakan kondisi dimana terjadi runtuhan batu secara langsung dan juga terjun bebas dari atas ke bawah. Biasanya terjadi pada bukit yang terjal dan mempunyai lereng yang curam.
3) Longsoran Rotasi
longsoran rotasi merupakan pergerakan material tanah yang terjadi di dalam bidang yang berbentuk cekung sehingga seringkali terjadi perputaran atau rotasi dalam bidang cekung tersebut.
4) Rayapan Tanah
Rayapan tanah merupakan tanah longsor yang terjadi karena adanya rayapan atau pergerakan lambat dan halus pada tanah. Rayapan tanah merupakan jenis longsor yang susah dikenal dalam waktu dekat. Longsor jenis ini baru bisa dikenali setelah terjadi dalam waktu yang cukup lama. Rayapan tanah biasa terjadi pada tanah yang mempunyai butiran kecil halus dan namun memiliki struktur yang agak kasar.


E.Tanah longsor bisa di antisipasi dengan cara berikut :

1. Tidak mendirikan rumah di bawah tebing
2. Jangan menebang pohon di sekitar lereng
3. Membuat terasering
4. Melakukan reboisasi

F.Tanah longsor mematikan yang pernah terjadi di Indonesia :

Menurut data dan informasi bencana Indonesia Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat ada lebih dari 1.500 bencana tanah longsor yang terjadi pada 2010-2014. Berikut ini lima tragedi longsor paling mematikan di Indonesia dalam kurun waktu tersebut
1. Bandung, Jawa Barat (23 Februari 2010): 33 meninggal, 17 luka, 11 hilang, dan 936 orang mengungsi.
2. Banjarnegara, Jawa Tengah (12 Desember 2014): Informasi terbaru dari BNPB menyebut 20 orang meninggal, 11 orang mengalami luka-luka dan 88 orang hilang.
3. Agam, Sumatera Barat (27 Januari 2013): 20 meninggal, enam luka-luka.
4. Buru, Maluku (23 Juli 2010): 18 meninggal, tujuh luka-luka.
5. Bandung Barat, Jawa Barat (25 Maret 2013): 14 meninggal, 23 luka-luka, tiga hilang, dan 185 orang mengungsi

Jumat, 16 Agustus 2019

Contoh soal pilihan ganda ekonomi kelas 11



1.) Daftar yang memuat realisasi penerimaan dan pengeluaran suatu daerah kabupaten/kota dalam kurun waktu tertentu disebut ....
a. APBN
b. APBD
c. RAPBN
d. RAPBD
e. Anggaran

2.) APBN disusun menggunakan...
a. Insting
b. RUU APBN
c. UUD
d. Pancasila
e. Kebijakan Presiden

3.) Berikut ini yg termasuk penerimaan pendapatan asli daerah dalam APBD adalah
a. Pajak Daerah
b. Pajak Negara
c. Dana Alokasi Khusus
d. Dana Alokasi Umum
e. pinjaman dari daerah otonomi lain

4.) Pajak merupakan salah satu perwujudan dari sistem kekeluargaan dan gotong royong rakyat yang sadar akan baktinya kepada pemerintah. Hal tersebut merupakan fungsi ....
a. Anggaran
b. Demokrasi
c. Regulasi
d. Redistribusi Pendapatan
e. Stabilisasi

5.) Pajak penghasilan menurut golongannya termasuk jenis pajak ....
a. Subjektif
b. Daerah
c. Langsung
d. Tidak langsung
e. Bisa dipindahtangankan pada orang lain


Sabtu, 20 Juli 2019

Peran Agama Dalam Perdamaian Dunia

A. Pengertian Agama Dan Perdamaian

1. Pengertian Agama

Menurut KBBI, agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungan.
Kata “Agama” berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “tradisi”. Kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin “Religio” dan berakar pada kata kerja “Re-ligare” yang berarti “mengikat kembali”. Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.

2. Pengertian Perdamaian

Perdamaian adalah hal yang sudah pasti sangat didambakan oleh seluruh manusia , perdamaian bisa merujuk pada hilangnya kekerasan maupun ketiadaan perang yang mendorong manusia untuk hidup dalam kebebasan dari segala bentuk ancaman .
Perdamaian dunia adalah sebuah gagasan kebebasan, perdamaian, dan kebahagiaan bagi seluruh negara dan bangsa. Perdamaian dunia melintasi perbatasan melalui hak asasi manusia, teknologi, pendidikan, teknik, pengobatan, diplomat dan pengakhiran seluruh bentuk pertikaian

B. Hubungan Antara Agama Dan Perdamaian

Agama diturunkan sebagai petunjuk dan pemberi makna bagi kehidupan manusia. Sejarah agama menunjukkan ia lahir di tengah manusia dengan penuh krisis dan konflik. Agama datang untuk memberikan hamparan norma, nilai, etika dan aturan yang menuntun manusia untuk hidup dalam kehidupan yang damai dan harmonis. Agama merupakan alat pemersatu manusia agar bisa saling merangkul di tengah perbedaan.
Sayangnya, agama juga kerap dipermainkan sebagai alat untuk memicu sesuatu di luar fitrahnya. Agama dipakai sebagai penyebab lahirnya konflik dan kekerasan. Agama bukan lagi menjadi alat pemersatu tetapi menjadi pemecah belah persaudaraan antar manusia. Kenapa hal itu terjadi, karena agama tidak digunakan sebagai sumber nilai dan etika, tetapi ditampilkan sebagai ideologi untuk kepentingan politik tertentu.
Sisi tragis dan kelam dalam sejarah manusia muncul karena agama tidak diperlakukan sebagai spirit untuk membangun perdamaian bagi kepentingan manusia, tetapi ia didudukkan sebagai ideologi untuk menghancurkan dan membinasakan kehidupan manusia. Harus jujur diakui banyak catatan sejarah yang mencatat tragedi kemanusiaan, kekerasan, konflik dan pertumpahan darah. Praktek kekerasan dalam agama-agama tersebut lahir sebagai keserakahan manusia dengan mengeksploitasi agama sebagai dasar pembenaran. Hampir dalam sejarah agama terdapat tragedi mengerikan yang mengancam dan merusak kemanusiaan.

C. Peran Agama Dalam Perdamaian Dunia

Satu jaminan perdamaian di antara berbagai budaya dan peradaban adalah perdamaian antar-agama. Seluruh agama besar dunia menyeru pada perdamaian, kasih sayang, keselarasan, simpati, keadilan, kedermawanan, kepedulian, dan kelembutan. Agama-agama seharusnya tidak hanya mengajarkan anti kekerasan dalam komunitas mereka sendiri, tetapi juga mempraktikkan sebuah dialog yang penuh pengertian dan kesantuan dengan agama-agama lain, serta membela kebebasan beragama.
Konflik dan perbedaan kepentingan dalam kehidupan manusia adalah keniscayaan yang tidak bisa disangkal. Potensi manusia untuk berbeda, berselisih dan bertikai sangat besar. Apabila agama tidak digunakan untuk alat pemersatu, tetapi justru sebagai alat pemecah akan menghasilkan tragedi kemanusiaan yang panjang. Agama yang diperankan untuk konflik kepentingan akan lebih tragis dari sekedar konflik biasa. Konflik bernuansa agama akan memakan waktu lama karena ia memainkan wilayah keyakinan. Konflik bernuansa agama akan merenggut banyak nyawa karena ia menjangkau komunitas bukan konflik personal.
Agama harus dikembalikan pada fitrahnya sebagai sumber nilai dan etika untuk membangun perdamaian umat manusia yang beradab. Agama adalah petunjuk dan jalan damai di tengah krisis kemanusiaan. Konteks hari ini menuntut agama diperankan kembali sebagai sumber etik dalam membangun perdamaian antar bangsa. Konflik kemanusiaan yang panjang salah satunya disebabkan oleh agama yang jadikan alat untuk memecahbelah persaudaraan.
Tepat sekali apa yang dikatakan oleh Hans Kung.:“Tak ada perdamaian dunia tanpa perdamaian antaragama, tak ada perdamaian antaragama tanpa dialog antaragama, dan tak ada dialog antaragama tanpa mengkaji fondasi agama-agama”. Agama adalah pondasi untuk membangun dialog peradaban dan perdamaian global. Setiap umat manusia memiliki keyakinan spiritual keagamaan dan setiap agama mengandung nilai-nilai persaudaraan dan perdamaian.
Konflik kemanusiaan yang ada saat ini dapat diredam dengan aktualisasi nilai dan spirit agama. Agama harus tampil memberikan panduan bagi individu dan komunitas untuk membangun peradaban yang damai.
Dengan melibatkan agama, diharapkan masyarakat dunia lebih bisa menghayati bahwa upaya mewujudkan perdamaian dunia merupakan ukuran dari ketaatan kepada Tuhan. Melibatkan agama dalam meredam kekerasan bisa jadi terkesan tradisional. Sebab agama merupakan warisan masa lalu. Proses konstruksi ajaran agama yang terjadi ratusan bahkan ribuan tahun lalu bisa jadi memproyeksikan simplifikasi pikiran masyarakat pada masa itu. Sehingga pesimisme terhadap pendekatan agama seringkali muncul. Namun apatisme ini tidak perlu menjadi ukuran tentang tidak signifikannya peran agama dalam kasus ini. Kerja-kerja membangun perdamaian memang bukan hal yang sederhana dan mudah. Mempercayai suatu pendekatan hanya sebagai satu-satunya yang paling ampuh dalam membangun perdamaian, jelas sangat jauh dari kenyataan. Maka forum perdamaian dunia yang dilaksanakan tokoh-tokoh agama ini adalah suatu alternatif yang melengkapi pendekatan yang sudah ada.

D. Peran Agama Dalam Perdamaian Indonesia

Indonesia juga memiliki beberapa agama dan aliran kepercayaan. Semuanya nyaris berbicara soal kebaikan dan cara memelihara hubungan kepada Tuhan dan sesama . Ajaran agama memegang peran penting. Juga penyampaiannya.  Jika penyampaian ajaran agama tepat dan sesuai, maka seseorang akan dapat hidup rukun dan saling menghormati dengan warga yang memeluk agama lain.
Sebaliknya jika penyampaiannya tak tepat, maka yang ada adalah kesalahfahaman satu dengan yang lain. Kesalahfahaman itu bisa berakibat banyak hal, diantaranya adalah ketidak-harmonisan antara kepercayaan satu dengan yang lain. Karena itu penyampaian ajaran agama itu penting agar tidak menghasilkan energi yang salah bagi bangsa.
Lunturnya perdamaian di dalam negeri ini adalah sebagai sebuah cerminan bahwa sila “ Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” masih belum bisa menyebar ke seluruh pemikiran masyarakatnya . Padahal Indonesia adalah negara dengan penduduk yang majemuk dan terdiri dari berbagai macam adat , suku , budaya dan agama seharusnya bisa menjadi contoh bagi negara lain bahwa perdamaian bisa terjadi secara abadi di negeri ini . Tetapi realita membuktikan bahwa yang terjadi pada masa kini adalah adanya perbedaan tersebut digunakan sebagai senjata untuk menyerang bagi siapapun yang “berbeda ” dari dirinya.
Pengertian agama secara singkat adalah sebuah kepercayaan seseorang kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan atau sesuatu yang di Percayai itu akan selalu mengajarkan kebaikan, yang harus mereka pertanggungjawabkan ke dunia lain, kelak setelah meninggal. Dengan demikian, maka seseorang yang beragama pasti akan selalu berbuat kebaikan, karena mereka tahu bahwa semua perilaku akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Oleh Karena hal tersebut, maka seseorang dianjurkan memeluk agama agar berperilaku terpuji  kepada sesama manusia dan agama apapun itu.
Jika berperilaku terpuji dan memberi kebaikan kepada sesama, maka akan tercipta kerukunan dan kedamaian. Jika masing-masing orang menunaikan ajaran di agama dengan baik, maka yang terjadi adalah Indonesia yang kuat, bersahabat dan memberi energi positif kepada pihak lain. Ini adalah buah dari spirit agama yang kita miliki. Yaitu jika masing-masing dari kita menunaikan ajaran agama masing-masing dengan baik.
Jika umat di seluruh dunia juga menggemakan hal yang sama maka spirit agama  yang positif dan menimbulkan kedamaian itu akan bergema di seluruh dunia.  Dengan begitu masyarakat dunia akan lebih memaknai hidup yang sebenar-benarnya dan saling menghargai. Tak perlu mereka saling menindas dan meniadakan atas nama agama sekalipun.


E. Mewujudkan Perdamaian Dunia Dengan Perspektif Islam

Islam muncul untuk menjadi “penyelamat” dunia sebagai Rahmatan Lil Alamien oleh karenanya setiap ajaran Islam memiliki nilai kebenaran yang tidak diragukan lagi. Ia berusaha menciptakan perdamaian di bumi sehingga umat manusia dan seluruh makhluk Allah dapat hidup sejahtera.
Dalam ajaran Islam bahwa perdamaian merupakan kunci pokok menjalin hubungan antar umat manusia, sedangkan perang dan pertikaian adalah sumber mala petaka yang berdampak pada kerusakan sosial. Agama mulia ini sangat memperhatikan keselamatan dan perdamaian, juga menyeru kepada umat manusia agar selalu hidup rukun dan damai dengan tidak mengikuti hawa nafsu dan godaan Syaitan.
Paling tidak ada beberapa ajaran Islam yang berorientasi kepada pembentukan perdamaian di tengah umat manusia, sehingga mereka dapat hidup sejahtera dan harmonis, diantaranya :

1.)  Larangan Melakukan Kedzaliman.

Islam sebagai agama yang membawa misi perdamaian dengan tegas mengharamkan kepada umat manusia melakukan kedzaliman, kapan dan di mana saja. Kedzaliman adalah sumber petaka yang dapat merusak stabilitas perdamaian dunia. Penindasan, penyiksaan, pengerusakan, pengusiran, imperialisme modern yang kerap terjadi pada negara-negara Muslim saat ini membuahkan reaksi global melawan tindakan bejat itu dengan berbagai macam cara, hingga perdamaian semakin sulit terwujud. Maka selayaknya setiap insan sadar bahwa kedzaliman adalah biang kemunduran. Dengan demikian jika menghendaki kehidupan yang damai maka tindakan kedzaliman harus dijauhi.

2.)  Adanya persamaan derajat

Dengan adanya persamaan derajat itu, maka semakin meminimalisir timbulnya benih-benih kebencian dan permusuhan di antara manusia, sehingga semuanya dapat hidup rukun dan damai.

3.)  Menjunjung Tinggi Keadilan.

Islam sangat menekankan perdamaian dalam kehidupan sosial di tengah masyarakat, keadilan harus diterapkan bagi siapa saja walau dengan musuh sekalipun. Karena dengan ditegakkannya keadilan, maka tidak ada seorang pun yang merasa dikecewakan dan didiskriminasikan sehingga dapat meredam rasa permusuhan, dengan demikian konflik tidak akan terjadi.

4.)  Menganjurkan Toleransi.

Islam menganjurkan kepada umatnya saling toleransi atas segala perbedaan yang ada, dalam rangka mencegah terjadinya pertikaian yang dapat merugikan semua pihak.








KESIMPULAN


Agama adalah petunjuk dan jalan damai di tengah krisis kemanusiaan. Dengan melibatkan agama, diharapkan masyarakat dunia lebih bisa menghayati bahwa upaya mewujudkan perdamaian dunia merupakan ukuran dari ketaatan kepada Tuhan. Melibatkan agama dalam meredam kekerasan bisa jadi terkesan tradisional. Sebab agama merupakan warisan masa lalu. Proses konstruksi ajaran agama yang terjadi ratusan bahkan ribuan tahun lalu bisa jadi memproyeksikan simplifikasi pikiran masyarakat pada masa itu. Sehingga pesimisme terhadap pendekatan agama seringkali muncul. Namun apatisme ini tidak perlu menjadi ukuran tentang tidak signifikannya peran agama dalam kasus ini. Kerja-kerja membangun perdamaian memang bukan hal yang sederhana dan mudah. Mempercayai suatu pendekatan hanya sebagai satu-satunya yang paling ampuh dalam membangun perdamaian, jelas sangat jauh dari kenyataan. Maka forum perdamaian dunia yang dilaksanakan tokoh-tokoh agama ini adalah suatu alternatif yang melengkapi pendekatan yang sudah ada.





DAFTAR PUSTAKA


https://id.m.wikipedia.org/wiki/Damai
https://www.kompasiana.com/sri.nuraini/5a2d0036cf01b44adf5fc242/agama-ada-untuk-ciptakan-perdamaian-dunia
http://tentangagama.blogspot.com/2009/02/peran-agama-dalam-perdamaian-dunia_11.html?m=1
https://vgsiahaya.wordpress.com/artikel/peran-agama-melahirkan-perdamaian/
http://anthokzz.blogspot.com/2014/02/peran-agama-untuk-perdamaian.html?m=1

Senin, 01 Juli 2019

contoh soal PRAKARYA semester 1 kelas XI Bab 2 K-13

1. Berikut ini bukan termasuk bagian-bagian spray aerator yaitu . . . .
a.       Sprayer
b.      Pompa
c.       Pemipaan
d.      Tangki penampungan
e.      Pengecoran

2. Dalam pembuatan spray aerator, pipa paralon digunakan untuk . . . .
a.       Memisahkan cairan dan endapan
b.      Memompa tangki
c.       Sirkulasi larutan yang dipompa
d.      Memberikan celah agar udara dapat masuk
e.      Melarutkan kapur tohor

3. Jenis biaya yang selalu berubah sesuai dengan perubahan volume penjualan disebut . . . .
a.       Fixed cost
b.      Variable cost
c.       Semi variable cost
d.      Total cost
e.      Break event point

4. Berikut ini yang bukan merupakan komponen utama dalam pemasaran sebuah produk adalah . .
a.       Periklanan
b.      Promosi
c.       Proses produksi
d.      Penjualan tatap muka
e.      Publisitas

5. Fungsi dari pengemasan produk yaitu . . . . .
a.       Memperbanyak konsumen
b.      Mengefisiensi kerja
c.       Memperpanjang kualitas
d.      Memperpendek masa simpan
e.      Mempertahankan mutu

6. Daftar yang memperlihatkan posisi sumber daya perusahaan serta informasi tentang asal sumber daya tersebut . . .
a.       Laporan arus kas
b.      Laporan keuangan
c.       Laporan perubahan modal
d.      Laporan laba rugi
e.      Neraca

7. Laporan yang menunukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan pada suatu periode akuntansi atau satu tahun adalah . . . .
a.       Laporan laba rugi
b.      Laporan keuangan
c.       Neraca
d.      Laporan perubahan modal
e.      Laporan arus kas

8. Proses pengambilan zat warna alam indigo pada industry rumah masih mengunakan proses yang lebih dominan menggunakan tenaga manusia yaitu dengan proses aerasi. Alat yang digunakan untuk mempermudah proses aerasi adalah . . . .
a.       Spray
b.      Spray aerator
c.       Briketo
d.      Gerinda
e.      Mesin bor




Pancasila Sebagai Identitas Nasional

  BAB I PENDAHULUAN   A.     Latar Belakang Dalam konteks pendidikan kewarganegaraan, identitas nasional lebih dekat dengan arti j...