Sabtu, 20 Juli 2019

Peran Agama Dalam Perdamaian Dunia

A. Pengertian Agama Dan Perdamaian

1. Pengertian Agama

Menurut KBBI, agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungan.
Kata “Agama” berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “tradisi”. Kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin “Religio” dan berakar pada kata kerja “Re-ligare” yang berarti “mengikat kembali”. Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.

2. Pengertian Perdamaian

Perdamaian adalah hal yang sudah pasti sangat didambakan oleh seluruh manusia , perdamaian bisa merujuk pada hilangnya kekerasan maupun ketiadaan perang yang mendorong manusia untuk hidup dalam kebebasan dari segala bentuk ancaman .
Perdamaian dunia adalah sebuah gagasan kebebasan, perdamaian, dan kebahagiaan bagi seluruh negara dan bangsa. Perdamaian dunia melintasi perbatasan melalui hak asasi manusia, teknologi, pendidikan, teknik, pengobatan, diplomat dan pengakhiran seluruh bentuk pertikaian

B. Hubungan Antara Agama Dan Perdamaian

Agama diturunkan sebagai petunjuk dan pemberi makna bagi kehidupan manusia. Sejarah agama menunjukkan ia lahir di tengah manusia dengan penuh krisis dan konflik. Agama datang untuk memberikan hamparan norma, nilai, etika dan aturan yang menuntun manusia untuk hidup dalam kehidupan yang damai dan harmonis. Agama merupakan alat pemersatu manusia agar bisa saling merangkul di tengah perbedaan.
Sayangnya, agama juga kerap dipermainkan sebagai alat untuk memicu sesuatu di luar fitrahnya. Agama dipakai sebagai penyebab lahirnya konflik dan kekerasan. Agama bukan lagi menjadi alat pemersatu tetapi menjadi pemecah belah persaudaraan antar manusia. Kenapa hal itu terjadi, karena agama tidak digunakan sebagai sumber nilai dan etika, tetapi ditampilkan sebagai ideologi untuk kepentingan politik tertentu.
Sisi tragis dan kelam dalam sejarah manusia muncul karena agama tidak diperlakukan sebagai spirit untuk membangun perdamaian bagi kepentingan manusia, tetapi ia didudukkan sebagai ideologi untuk menghancurkan dan membinasakan kehidupan manusia. Harus jujur diakui banyak catatan sejarah yang mencatat tragedi kemanusiaan, kekerasan, konflik dan pertumpahan darah. Praktek kekerasan dalam agama-agama tersebut lahir sebagai keserakahan manusia dengan mengeksploitasi agama sebagai dasar pembenaran. Hampir dalam sejarah agama terdapat tragedi mengerikan yang mengancam dan merusak kemanusiaan.

C. Peran Agama Dalam Perdamaian Dunia

Satu jaminan perdamaian di antara berbagai budaya dan peradaban adalah perdamaian antar-agama. Seluruh agama besar dunia menyeru pada perdamaian, kasih sayang, keselarasan, simpati, keadilan, kedermawanan, kepedulian, dan kelembutan. Agama-agama seharusnya tidak hanya mengajarkan anti kekerasan dalam komunitas mereka sendiri, tetapi juga mempraktikkan sebuah dialog yang penuh pengertian dan kesantuan dengan agama-agama lain, serta membela kebebasan beragama.
Konflik dan perbedaan kepentingan dalam kehidupan manusia adalah keniscayaan yang tidak bisa disangkal. Potensi manusia untuk berbeda, berselisih dan bertikai sangat besar. Apabila agama tidak digunakan untuk alat pemersatu, tetapi justru sebagai alat pemecah akan menghasilkan tragedi kemanusiaan yang panjang. Agama yang diperankan untuk konflik kepentingan akan lebih tragis dari sekedar konflik biasa. Konflik bernuansa agama akan memakan waktu lama karena ia memainkan wilayah keyakinan. Konflik bernuansa agama akan merenggut banyak nyawa karena ia menjangkau komunitas bukan konflik personal.
Agama harus dikembalikan pada fitrahnya sebagai sumber nilai dan etika untuk membangun perdamaian umat manusia yang beradab. Agama adalah petunjuk dan jalan damai di tengah krisis kemanusiaan. Konteks hari ini menuntut agama diperankan kembali sebagai sumber etik dalam membangun perdamaian antar bangsa. Konflik kemanusiaan yang panjang salah satunya disebabkan oleh agama yang jadikan alat untuk memecahbelah persaudaraan.
Tepat sekali apa yang dikatakan oleh Hans Kung.:“Tak ada perdamaian dunia tanpa perdamaian antaragama, tak ada perdamaian antaragama tanpa dialog antaragama, dan tak ada dialog antaragama tanpa mengkaji fondasi agama-agama”. Agama adalah pondasi untuk membangun dialog peradaban dan perdamaian global. Setiap umat manusia memiliki keyakinan spiritual keagamaan dan setiap agama mengandung nilai-nilai persaudaraan dan perdamaian.
Konflik kemanusiaan yang ada saat ini dapat diredam dengan aktualisasi nilai dan spirit agama. Agama harus tampil memberikan panduan bagi individu dan komunitas untuk membangun peradaban yang damai.
Dengan melibatkan agama, diharapkan masyarakat dunia lebih bisa menghayati bahwa upaya mewujudkan perdamaian dunia merupakan ukuran dari ketaatan kepada Tuhan. Melibatkan agama dalam meredam kekerasan bisa jadi terkesan tradisional. Sebab agama merupakan warisan masa lalu. Proses konstruksi ajaran agama yang terjadi ratusan bahkan ribuan tahun lalu bisa jadi memproyeksikan simplifikasi pikiran masyarakat pada masa itu. Sehingga pesimisme terhadap pendekatan agama seringkali muncul. Namun apatisme ini tidak perlu menjadi ukuran tentang tidak signifikannya peran agama dalam kasus ini. Kerja-kerja membangun perdamaian memang bukan hal yang sederhana dan mudah. Mempercayai suatu pendekatan hanya sebagai satu-satunya yang paling ampuh dalam membangun perdamaian, jelas sangat jauh dari kenyataan. Maka forum perdamaian dunia yang dilaksanakan tokoh-tokoh agama ini adalah suatu alternatif yang melengkapi pendekatan yang sudah ada.

D. Peran Agama Dalam Perdamaian Indonesia

Indonesia juga memiliki beberapa agama dan aliran kepercayaan. Semuanya nyaris berbicara soal kebaikan dan cara memelihara hubungan kepada Tuhan dan sesama . Ajaran agama memegang peran penting. Juga penyampaiannya.  Jika penyampaian ajaran agama tepat dan sesuai, maka seseorang akan dapat hidup rukun dan saling menghormati dengan warga yang memeluk agama lain.
Sebaliknya jika penyampaiannya tak tepat, maka yang ada adalah kesalahfahaman satu dengan yang lain. Kesalahfahaman itu bisa berakibat banyak hal, diantaranya adalah ketidak-harmonisan antara kepercayaan satu dengan yang lain. Karena itu penyampaian ajaran agama itu penting agar tidak menghasilkan energi yang salah bagi bangsa.
Lunturnya perdamaian di dalam negeri ini adalah sebagai sebuah cerminan bahwa sila “ Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” masih belum bisa menyebar ke seluruh pemikiran masyarakatnya . Padahal Indonesia adalah negara dengan penduduk yang majemuk dan terdiri dari berbagai macam adat , suku , budaya dan agama seharusnya bisa menjadi contoh bagi negara lain bahwa perdamaian bisa terjadi secara abadi di negeri ini . Tetapi realita membuktikan bahwa yang terjadi pada masa kini adalah adanya perbedaan tersebut digunakan sebagai senjata untuk menyerang bagi siapapun yang “berbeda ” dari dirinya.
Pengertian agama secara singkat adalah sebuah kepercayaan seseorang kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan atau sesuatu yang di Percayai itu akan selalu mengajarkan kebaikan, yang harus mereka pertanggungjawabkan ke dunia lain, kelak setelah meninggal. Dengan demikian, maka seseorang yang beragama pasti akan selalu berbuat kebaikan, karena mereka tahu bahwa semua perilaku akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Oleh Karena hal tersebut, maka seseorang dianjurkan memeluk agama agar berperilaku terpuji  kepada sesama manusia dan agama apapun itu.
Jika berperilaku terpuji dan memberi kebaikan kepada sesama, maka akan tercipta kerukunan dan kedamaian. Jika masing-masing orang menunaikan ajaran di agama dengan baik, maka yang terjadi adalah Indonesia yang kuat, bersahabat dan memberi energi positif kepada pihak lain. Ini adalah buah dari spirit agama yang kita miliki. Yaitu jika masing-masing dari kita menunaikan ajaran agama masing-masing dengan baik.
Jika umat di seluruh dunia juga menggemakan hal yang sama maka spirit agama  yang positif dan menimbulkan kedamaian itu akan bergema di seluruh dunia.  Dengan begitu masyarakat dunia akan lebih memaknai hidup yang sebenar-benarnya dan saling menghargai. Tak perlu mereka saling menindas dan meniadakan atas nama agama sekalipun.


E. Mewujudkan Perdamaian Dunia Dengan Perspektif Islam

Islam muncul untuk menjadi “penyelamat” dunia sebagai Rahmatan Lil Alamien oleh karenanya setiap ajaran Islam memiliki nilai kebenaran yang tidak diragukan lagi. Ia berusaha menciptakan perdamaian di bumi sehingga umat manusia dan seluruh makhluk Allah dapat hidup sejahtera.
Dalam ajaran Islam bahwa perdamaian merupakan kunci pokok menjalin hubungan antar umat manusia, sedangkan perang dan pertikaian adalah sumber mala petaka yang berdampak pada kerusakan sosial. Agama mulia ini sangat memperhatikan keselamatan dan perdamaian, juga menyeru kepada umat manusia agar selalu hidup rukun dan damai dengan tidak mengikuti hawa nafsu dan godaan Syaitan.
Paling tidak ada beberapa ajaran Islam yang berorientasi kepada pembentukan perdamaian di tengah umat manusia, sehingga mereka dapat hidup sejahtera dan harmonis, diantaranya :

1.)  Larangan Melakukan Kedzaliman.

Islam sebagai agama yang membawa misi perdamaian dengan tegas mengharamkan kepada umat manusia melakukan kedzaliman, kapan dan di mana saja. Kedzaliman adalah sumber petaka yang dapat merusak stabilitas perdamaian dunia. Penindasan, penyiksaan, pengerusakan, pengusiran, imperialisme modern yang kerap terjadi pada negara-negara Muslim saat ini membuahkan reaksi global melawan tindakan bejat itu dengan berbagai macam cara, hingga perdamaian semakin sulit terwujud. Maka selayaknya setiap insan sadar bahwa kedzaliman adalah biang kemunduran. Dengan demikian jika menghendaki kehidupan yang damai maka tindakan kedzaliman harus dijauhi.

2.)  Adanya persamaan derajat

Dengan adanya persamaan derajat itu, maka semakin meminimalisir timbulnya benih-benih kebencian dan permusuhan di antara manusia, sehingga semuanya dapat hidup rukun dan damai.

3.)  Menjunjung Tinggi Keadilan.

Islam sangat menekankan perdamaian dalam kehidupan sosial di tengah masyarakat, keadilan harus diterapkan bagi siapa saja walau dengan musuh sekalipun. Karena dengan ditegakkannya keadilan, maka tidak ada seorang pun yang merasa dikecewakan dan didiskriminasikan sehingga dapat meredam rasa permusuhan, dengan demikian konflik tidak akan terjadi.

4.)  Menganjurkan Toleransi.

Islam menganjurkan kepada umatnya saling toleransi atas segala perbedaan yang ada, dalam rangka mencegah terjadinya pertikaian yang dapat merugikan semua pihak.








KESIMPULAN


Agama adalah petunjuk dan jalan damai di tengah krisis kemanusiaan. Dengan melibatkan agama, diharapkan masyarakat dunia lebih bisa menghayati bahwa upaya mewujudkan perdamaian dunia merupakan ukuran dari ketaatan kepada Tuhan. Melibatkan agama dalam meredam kekerasan bisa jadi terkesan tradisional. Sebab agama merupakan warisan masa lalu. Proses konstruksi ajaran agama yang terjadi ratusan bahkan ribuan tahun lalu bisa jadi memproyeksikan simplifikasi pikiran masyarakat pada masa itu. Sehingga pesimisme terhadap pendekatan agama seringkali muncul. Namun apatisme ini tidak perlu menjadi ukuran tentang tidak signifikannya peran agama dalam kasus ini. Kerja-kerja membangun perdamaian memang bukan hal yang sederhana dan mudah. Mempercayai suatu pendekatan hanya sebagai satu-satunya yang paling ampuh dalam membangun perdamaian, jelas sangat jauh dari kenyataan. Maka forum perdamaian dunia yang dilaksanakan tokoh-tokoh agama ini adalah suatu alternatif yang melengkapi pendekatan yang sudah ada.





DAFTAR PUSTAKA


https://id.m.wikipedia.org/wiki/Damai
https://www.kompasiana.com/sri.nuraini/5a2d0036cf01b44adf5fc242/agama-ada-untuk-ciptakan-perdamaian-dunia
http://tentangagama.blogspot.com/2009/02/peran-agama-dalam-perdamaian-dunia_11.html?m=1
https://vgsiahaya.wordpress.com/artikel/peran-agama-melahirkan-perdamaian/
http://anthokzz.blogspot.com/2014/02/peran-agama-untuk-perdamaian.html?m=1

Senin, 01 Juli 2019

contoh soal PRAKARYA semester 1 kelas XI Bab 2 K-13

1. Berikut ini bukan termasuk bagian-bagian spray aerator yaitu . . . .
a.       Sprayer
b.      Pompa
c.       Pemipaan
d.      Tangki penampungan
e.      Pengecoran

2. Dalam pembuatan spray aerator, pipa paralon digunakan untuk . . . .
a.       Memisahkan cairan dan endapan
b.      Memompa tangki
c.       Sirkulasi larutan yang dipompa
d.      Memberikan celah agar udara dapat masuk
e.      Melarutkan kapur tohor

3. Jenis biaya yang selalu berubah sesuai dengan perubahan volume penjualan disebut . . . .
a.       Fixed cost
b.      Variable cost
c.       Semi variable cost
d.      Total cost
e.      Break event point

4. Berikut ini yang bukan merupakan komponen utama dalam pemasaran sebuah produk adalah . .
a.       Periklanan
b.      Promosi
c.       Proses produksi
d.      Penjualan tatap muka
e.      Publisitas

5. Fungsi dari pengemasan produk yaitu . . . . .
a.       Memperbanyak konsumen
b.      Mengefisiensi kerja
c.       Memperpanjang kualitas
d.      Memperpendek masa simpan
e.      Mempertahankan mutu

6. Daftar yang memperlihatkan posisi sumber daya perusahaan serta informasi tentang asal sumber daya tersebut . . .
a.       Laporan arus kas
b.      Laporan keuangan
c.       Laporan perubahan modal
d.      Laporan laba rugi
e.      Neraca

7. Laporan yang menunukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan pada suatu periode akuntansi atau satu tahun adalah . . . .
a.       Laporan laba rugi
b.      Laporan keuangan
c.       Neraca
d.      Laporan perubahan modal
e.      Laporan arus kas

8. Proses pengambilan zat warna alam indigo pada industry rumah masih mengunakan proses yang lebih dominan menggunakan tenaga manusia yaitu dengan proses aerasi. Alat yang digunakan untuk mempermudah proses aerasi adalah . . . .
a.       Spray
b.      Spray aerator
c.       Briketo
d.      Gerinda
e.      Mesin bor




contoh soal Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas XI semester 1 bab 1. k-13

1.       Dinasti Bani Umayyah mencapai puncak kejayaannya pada tahun 717-720 M yang di pimpin oleh . . .
a.       Al-Walid bin Abdul Malik
b.      Umar bin Abdul Aziz
c.       Marwan bin Hakam
d.      Abdul Malik bin Marwan
e.      Muawiyah bin Abu Sofyan

2.       Gubernur Syam pada masa Usman bin Affan yang kemudian menjadi khalifah pada masa kekhalifahan Bani Umayyah bernama . . .
a.       Muawiyah bin Abu Sofyan
b.      Marwan bin Muhammad
c.       Umar bin Abdul Aziz
d.      Yazid bin Al-Walid
e.      Yazid bin Muawiyah

3.       Salah satu lembaga pemerintahan pada masa khalifahan Bani Umayyah adalah An Nidhamul Mali yang artinya …
a.       Organisasi politik
b.      Organisasi keuangan
c.       Organisasi pertahanan
d.      Organisasi kehakiman
e.      Organisasi tata usaha Negara

4.       Pada msa Bani Umayyah telah ditetapkan adanya beberapa sekertaris Negara, diantarnya adalah sekertaris urusan kehakiman atau di sebut . . .
a.       Katib ar-Rasali
b.      Katib as-Syurtah
c.       Katib al-Kharaj
d.      Katib al-Qadhi
e.      Katib al-Mali
5.       Daulah bani Umayyah menggunakan system Monarci atau kerajaan, sehingga Muawiyah mengangkat anaknya sebagai putra mahkota yang bernama . . .
a.       Abdul Malik bin Muawiyah
b.      Yazid bin Muawiyah
c.       Marwan bin Muawiyah
d.      Hisyam bin Muawiyah
e.      Umar bin Muawiyah
6.       Dinasti Umayyah mengalami kemunduran pada tahun 125-126 H yang terjadi pada masa kepemimpinan . . .
a.       Umar bin Abdul Aziz
b.      Marwan bin Yazid
c.       Walid bin Yazid
d.      Ibrahim bin Al Walid
e.      Hisyam bin Abdul Malik

7.       Ketika khalifah Ali bin Abi Thalib menjadi amirul mukminin, beliau memberhentikan gubernur syam dan gubernur tersebut tidak terima dan kemudian melakukan pemberontakan hingga pecahlah perang saudara yang di kenal dengan perang siffin. Gubernur Syam yang memberontak tersebut bernama . . .
a.       Yazin bin Muawiyah
b.      Umar bin Abdul Aziz
c.       Muawiyah bin Abi Sufyan
d.      Marwan bin Hakam
e.      Abdullah bin Marwan

8.       Khalifah Bani Umayyah yang sangat sederhana, religious, adil dan membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat daulah bani umayyah adalah. . .
a.       Marwan bin Hakam
b.      Al Walid bin Abdul Malik
c.       Walid bin Yazid
d.      Hisyam bin Abd Malik
e.      Umar bin Abdul Aziz

9.       Lembaga Negara pada masa Bani Umayyah antara lain yaitu An Nidhamul Harbi yang mengurusi dibidang . . .
a.       Pertahanan Negara
b.      Politik Negara
c.       Tata usaha Negara
d.      Keungan Negara
e.      Kehakiman Negara

10.   Keseketariatan pada masa bani Umayyah yang mengurusi masalah persuratan bernama . . .
a.       Katib al Qadhi
b.      Katib ar-Risali
c.       Katib al-Kharraj
d.      Katib Asy-Syurthah
e.      Katib ad-diwan

11.   Muawiyah bin Abu Sufyan mendirikan Bani Umayyah setelah melakukan perjanjian damai dengan putra Ali bin Abi Thalib yang bernama . . .
a.       Muhsin bin Ali
b.      Zainab bin Ali
c.       Abbas bin Ali
d.      Husein bin Ali
e.      Hasan bin Ali

12.   Salah satu alas an pemberontakan yang dilakukan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan kepada khalifah Ali bin Abi Thalib adalah menuntut disegerakannya penyelidikan tentang . . .
a.       Pembunuhan khalifah Husein bin Ali
b.      Pembunuhan khalifah Yazid bin Muawiyah
c.       Pembunuhan khalifah Abu Bakar As-Shidiq
d.      Pembunuhan khalifah Utsman bin Affan
e.      Pembunuhan khalifah Umar bin Khattab

13.   Ummul Mukminin Aisyah dan Zubair bin Awam melakukan protes kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib untuk menuntut segera diselidikinya pembunuhan Utsman bin Affan untuk menuntut segera diselikinya pembunuhan Utsman bin Affan yang dinamakan dengan perang . . .
a.       Khandak
b.      Shiffin
c.       Ahzab
d.      Jamal
e.      Hunain

14.   Ali bin Abi Thalib sebenarnya tidak ingin memerangi Muawiyah yang memberontak pada perang Shiffin dan ingin menempuh jalur damai. Namun ajakan itu dijawab oleh Muawiyah dengan tidak akan berbaiat atau mendukung Ali sebagai khalifah sampai . . .
a.       Dia diangkat sebagai khalifah setelah Ali bin Abi Thalib
b.      Ditangkap dan dihukum orang yang membunuh Utsman bin Affan
c.       Dipenuhi semua keinginannya
d.      Dia diangkat sebagai gubernur Yaman
e.      Dia diangkat jadi gubernur Syam

15.   Perang saudara antara Muawiyah bin Abi Sufyan dengan Khalifah Ali bin Abi Thalib menimbulkan pecahnya perang pada tahun 657 M yang bernama . . .
a.       Siffin
b.      Hunain
c.       Khandak
d.      Yarmuk
e.      Jamal


Pancasila Sebagai Identitas Nasional

  BAB I PENDAHULUAN   A.     Latar Belakang Dalam konteks pendidikan kewarganegaraan, identitas nasional lebih dekat dengan arti j...